SEMANGAT NASIONALISME DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

 SEMANGAT NASIONALISME DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

1.Tahun 1602

Dilansir dari buku Analisis Organisasi dan Pola-pola Pendidikan (2017) oleh J.C. Tukiman Taruna, tujuan Belanda mendirikan VOC di nusantara adalah perdagangan dengan mencari rempah-rempah. Setelah itu, Belanda menguasai serta memonopoli perdagangan rempah-rempah di nusantara.

sumber: https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/09/110000369/6-tujuan-belanda-mendirikan-voc-di-indonesia?page=all

2. Tahun 1808

Herman William Daendels menjabat sebagai gubernur jendral di Indonesia pada tahun 1808-1811.

Pada awal pemerintahan, Daendels melakukan reorganisasi sistem pemerintahan dan birokrasi di Jawa. Daendels menerapkan sistem pemerintahan sentralisasi kekuasaan dan menjadikan Batavia sebagai pusat kekuasaan.

Berikut merupakan kebijakan Daendels

  • Membatasi pengaruh kekuasaan kerajaan-kerajaan tradisional Indonesia terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat. 
  • Menanam tanaman komoditas yang laku di pasar internasional
  • Membangun pangkalan angkatan laut di perlabuhan Anyer dan Ujung Kulon

Sumber: 

https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/25/194840369/kebijakan-daendels-di-indonesia?page=2

3. Tahun 1828

Pada tahun 1928 di nusantara terjadi peristiwa perencaan untuk tanam paksa. Cultuurstelsel (secara harfiah berarti Sistem Kultivasi atau secara kurang tepat diterjemahkan sebagai Sistem Budi Daya) yang oleh sejarawan Indonesia disebut sebagai Sistem Tanam Paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditas ekspor, khususnya teh, kopi, dan kakao. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cultuurstelsel

4. Tahun 1860

Dihapusnya Sistem Tanam Paksa

Sistem Tanam Paksa dihapus secara bertahap dengan menghentikan penanaman terhadap jenis-jenis tanaman tertentu, sebagai berikut.

1. Tanaman lada dihapus pada 1862

2. Tanaman teh dihapus pada 1865

3. Tanaman tembakau dihapus pada 1866

4. Tanaman tebu dihapus pada 1870

5. Tanaman kopi di Priangan dihapus pada 1917

Secara resmi Sistem Tanam Paksa dihapus pada tahun 1870 dan diganti dengan Sistem Ekonomi Liberal. Akan tetapi, sisa-sisa penanaman paksa masih berlaku untuk tanaman kopi hingga 1917, menyebabkan pemerintah kolonial masih memperoleh saldo untung yang sangat tinggi.

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/09/10/130000779/penghapusan-sistem-tanam-paksa?amp=1&page=2&jxconn=1*12htua6*other_jxampid*NHZOX2xzRVQ2YlM0VzZRM25ZSzM1QWdON1Q2bTEyVEdLMkNQN1NaenpUWXhMM3BXckRDb2t5Rk5GLXp4ZW1Tdw..


5. Tahun 1908

Kebangkitan Nasional adalah Masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Sumber: https://www.sumbarprov.go.id/home/news/7692-kebangkitan-nasional-indonesia-20-mei-1908

6. Tahun 1928

Hari Sumpah Pemuda jatuh pada 28 Oktober 1928. Sumpah pemuda adalah hari bersejarah ketika pemuda-pemudi Indonesia mengucapkan ikrar untuk bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, dan kesatuan. Ikrar tersebut merupakan hasil rapat Pemuda-Pemudi atau Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). PPPI merupakan organisasi pemuda yang terdiri dari berbagai latar organisasi.

Sumber: https://katadata.co.id/safrezi/berita/617a565c079ae/memahami-sejarah-teks-dan-makna-sumpah-pemuda-28-oktober-1928

7. Tahun 1945

Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan merupakan bagian dari perjalanan sejarah Indonesia yang panjang. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukan semata-mata lahir dari pembicaraan singkat di Rengasdengklok. Namun, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil dari kerja keras para pahlawan bangsa. Perjuangan bangsa Indonesia tidak cukup hanya dengan perlawanan fisik bambu runcing saja, melainkan diimbangi dengan diplomasi yang dilakukan oleh pejuang revolusioner. Jadi, Perjuangan heroik maupun diplomasi menjadi dua mata sisi yang tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi bagi kemerdekaan Indonesia.

Sumber: http://library.fis.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=6777

8. Tahun 2022

Sebagai pelajar kita harus mempertahankan kemerdekaan dengan cara belajar sungguh-sungguh dan selalu patuh terhadap tata tertib peraturan sekolah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PPKN KELAS IX